JAMBIUPDATE.CO, MUARATEBO - Tidak sedikit dari warga suku anak dalam (SAD) yang ada di Kabupaten Tebo telah memeluk beragama islam, bahkan telah berkehidupan menetap walau tetap melaksanakan budayanya disaat hari hari tertentu.
Terkait hal inipun Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Tebo Zostapia mewacanakan untuk menerjunkan penyuluh agamanya ke wilayah pemukiman SAD yang ada di Kabupaten Tebo
Program penyuluhan yang direncanakan ini dikhususkan bagi warga SAD yang sudah memeluk agama islam dan hidup menetap. Hanya saja rencana program ini masih tahap perencanaan yang sedang dibahas.
"Kita sedang memikirkan program ini, sebenarnya disetiap kecamatan kita sudah memiliki penyuluh, namun kami mewacanakan untuk melakukan penyuluhan bagi warga SAD secara khusus," ujarnya.
Menurut Zoztafia, saat ini tenaga penyuluh agama Tebo ada sebanyak 100 orang dan sudah dilakukan uji kompetensi. Dan seluruh penyuluh agama ini di titipkan di Kantor Urusan Agama kecamatan.
"Penyuluh kita jumlahnya 100 penyuluh, dan saat ini namanya bukan penyuluh agama desa, tapi penyuluh agama kecamatan. Semuanya kita titip di KUA Kecamatan,"imbuhnya.
Sementara itu salah satu Pendamping Suku Anak Dalam Oktaviandi Mukhlis saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penyuluhan agama bagi Warga SAD sangat diperlukan, hanya saja dalam proses penyuluhannya harus menyesuaikan dengan keadaan warga SAD.
"Itu sangat diperlukan, untuk wilayah yang kami dampingi saat ini sangat membutuhkan musholla," pungkasnya. (bjg)
