iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Pasca bajir rob yang melanda Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjab Timur beberapa minggu lalu, sedikitnya 566,75 hektar padi milik petani gagal panen.

Dari 566,75 hektar sawah yang gagal panen diantaranya, di Kelurahan Simpang 259 hektar, Rantau Makmur 51,25 hektar dan Desa Telago Limo 59,5 hektar.

Sutarmin, salah seorang petani di Kelurahan Simpang mengatakan, akibat banjir rob beberapa minggu lalu, membuat tanaman padinya tidak bisa dipanen. Pasalnya, tingginya luapan air membuat lahan persawahan tenggelam.

Mau gimana lagi mas, namanya juga bencana alam, kita kan tidak bisa berbuat apa-apa,ungkap Sutarmin.

Dia dan petani lainnya, hanya bisa berharap ada bantuan benih dari pemerintah.

Mudah-mudahan ada bantuan benih dari pemerintah mas, dengan begitu bisa menekan kerugian kami karena gagal panen,pintanya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupapaten Tanjung Jabung Timur, H Ahmad Mausul, membenarkan hal ini.

259 hektar di Kelurahan Simpang, 197 hektar di Rawa Sari, 51,25 hektar Rantau Makmur dan 59,5 hektar di Desa Telago Limo,ungkap Mausul saat dihubungi via ponselnya.

Tidak hanya di Kecamatan Berbak, petani yang berada do Rasau Desa juga mengalami hal serupa. Pasalnya, 16 hektar padi meraka mengalami puso karena hama tikus. (oni)


Berita Terkait



add images