JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang - Undang (RUU) sistem perbukuan DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) terus melakukan sosialisasi ke berbagai pihak.
Hal ini penting dilakukan karena sistem perbukuan dipandang menjadi salah satu landasan sistem pendidikan nasional.
Seperti Selasa (29/3) kemarin pimpinan Komisi X itu kembali melakukan sosialisasi RUU perbukuan kepada publik pemangku kepentingan (stake holders) di Jakarta.
Sosialisasi ini terbilang berat dan krusial karena bukan hanya dilakukan di hadapan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta tetapi juga asosiasi penerbitan yang bermarkas di ibukota.
Di pandang krusial karena RUU ini akan segera diparipurnakan untuk menjadi undang - undang, dan dikatakan berat karena peserta yang mengikuti sosialisasi merupakan para pihak yang sangat berkepentingan dengan perbukuan.
" Jadi suasana diskusinya ada persinggungan kepentingan dan perbedaan persepsi, antara praktisi dan idealita yang ingin dicapai, disinilah tantangannya, ungkap SAH. "
Dalam sosialisasi yang dihadiri 23 Profesor dan 45 doktor dari PTN / PTS di Jakarta maupun perwakilan serikat penerbit itu, kemampuan komunikasi dan penguasaan materi RUU penting dimiliki anggota panja yang di utus melakukan sosolialisasi.
Jika ini tidak terpenuhi kita khawatir akan terjadi miss komunikasi dan salah persepsi terhadap muatan RUU yang akan kita sahkan, jelas SAH yang kemarin tampil lugas sebagai pembicara kunci di sosialisasi tersebut.
Namun berkat pemahaman yang baik dari semua pihak sosialisasi tersebut berjalan lancar dan para pemangku kepentingan bisa memahami filosofi yang ingin dicapai DPR terhadap RUU perbukuan.
" DPR ingin buku di tanah air memenuhi kategori murah, mutu dan merata, dalam konteks inilah pasal - pasal kita rumuskan. "
Dengan sasaran akhirnya peningkatan budaya literasi di tanah air, bukan hanya di Jakarta tapi seluruh pelosok nusantara, pungkasnya.(*/wan)
