iklan Ilustrasi.Foto :Net
Ilustrasi.Foto :Net

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Sejumlah petani di Desa Baku Tuo, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur, tidak bisa mengeluarkan hasil pertaniannya. Pasalnya, kondisi bendungan air di daerah tersebut mengalami rusak parah.

Padahal, bendungan air tersebut merupakan salah satu untuk mengatur keluar masuknya air ke aliran tresier.

"Sudah cukup lama kondisi bendungan air ini rusak, dan membuat kita (petani,red) sulit mengeluarkan hasil perkebunan," ungkap Ambo Ita, salah seorang warga setempat.

Apalagi, dengan rusaknya bendungan ini, lanjut Ambo Ita kami tidak bisa mengatur keluar masuknya air.

"Sudah tidak bisa lagi mengatur keluar masuknya air, makanya ada kawan kita (petani,red) tidak bisa mengeluarkan hasil perkebunanya karena kondisi air tidak memadai,"tuturnya.

Seperti buah kelapa, setiap mau dikeluarkan ke muara sungai, air yang masuk ke parit kita bendung, saat air surut baru bendungan ini kita buka dan kelapa dari dalam kita hanyutkan keluar di saluran tresier. Namun, kondisi bendungan saat ini sudah rusak kita tidak bisa lagi mengatur air untuk mengeluarkan kelapa. (oni)


Berita Terkait



add images