JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH - Kecewa dengan keputusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang mendukung pasangan Ahok Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Kader PPP di Kabupaten Sungai Penuh, Ferry Siswadhi menyatakan mundur dari keanggotaan partai.
Menurut Mantan ketua DPC PPP Kabupaten Sungai Penuh 2 periode ini, keputusan itu disampaikannya merupakan suatu puncak kekecewaannya terhadap PPP. PPP merupakan partai Islam, bagaimana mungkin justru mendukung penista agama Islam.
"Kami sedih dan kecewa ketika partai yang selama ini kita besarkan dan membesarkan kita memutuskan mendukung Ahok si penista Islam di Pilkada DKI Jakarta putaran II," tegasnya saat dikonfirmasi via telfon, Kamis (30/3).
Terkait putusan ini, kata Ferry, dirinya sudah ditelepon wakil ketua umum DPP PPP. Beliau meminta agar saya bersabar dan menahan keputusan untuk mundur. Tapi saya tidak bisa, saya harus mundur, ujarnya.
Ferry mengaku berkomunikasi dengan kader dan pengurus PPP di daerah lain terkait keputusan partai mendukung Ahok Djarot. Saya ditelepon kader dari luar, saling berbagi curhat mengenai keputusan partai ini. Ini sangat membahayakan partai, ungkap Ferry.
Keputusan mundur dari partai, imbuh Ferry, juga dilakukan oleh seorang kader di Tanjung Jabung Barat. Mantan sekretaris DPC di sana yang juga memutuskan mundur dari keanggotaan PPP, kata Ferry.
Keputusan mendukung Ahok Djarot berkemungkinan akan berdampak pada saat Pemilu Legislatif nantinya, dimana PPP akan ditinggalkan konstituennya. "Ini menjadi keresahan kami di daerah. Keputusan partai ini akan membuat PPP ditinggalkan konstituennya di Pemilu Legislatif mendatang, ujar Ferry Siswadi.
Setelah mundur dari PPP, apakah Ferry akan berlabuh ke Partai lain? Terkait hal itu Ferry menyatakan untuk sementara ingin istirahat dari partai politik. Dia ingin berkonsentrasi mengajar di STIE Alam Sakti Kerinci. "saat ini lebih fokus ke dunia pendidikan dulu. Permasalagan ikut di partai politik, kita lihat nanti," tandasnya.(adi)
