iklan Pj Bupati sarolangun, Arif Munandar.
Pj Bupati sarolangun, Arif Munandar.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Fasilitas kesehatan milik pemerintah di Kabupaten Sarolangun, ternyata kurang diminati sebagai tempat berobat. Masyarakat cenderung lebih memilih praktek tenaga kesehatan, walaupun biaya yang dikeluarkan relatif lebih mahal.

Hal itu diketahui pada acara Forum Kunsultasi Publik Perencanaan Pembangunan Daerah yang digelar Pemkab Sarolangun. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Sarolangun, Dedy Hendri menyampaikan capaian, permasalahan dan tantangan pembangunan kesehatan.

Dia menyebutkan, kurun tiga tahun terakhir fasilitas yang banyak dijadikan rujukan bagi masyarakat untuk berobat adalah praktik tenaga kesehatan. Dimana pada 2015 yang memilih ke tempat praktik sebanyak 51,77 persen.

Sementara fasilitas kesehatan milik pemerintah, seperti Puskemas dan rumah sakit umum jauh dibawah itu. Yaitu masing-masing 18,7 persen dan 9,56 persen.

Ini mengindikasikan fasilitas praktik tenaga kesehatan banyak dipilih ketimbangan fasilitas milik pemerintah, walaupun biaya yang dikeluarkan lebih besar, kata Dedy. (hnd)

 


Berita Terkait



add images