JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pertemuan dalam penyelesaian konflik antara warga desa Tamiai dengan peladang dusun Muaro Pulau, Kecamatan Batang Merangin, di kantor Bupati Kerinci, Rabu (22/3), gagal dilaksanakan oleh kedua belah pihak.
Pasalnya, pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh para peladang di Muaro Pulau. Dimana warganya berasal dari Semurup dan Sungai Tutung. Padahal, Gubernur Jambi, H. Zomi Zola, saat melakukan kunjungan ke Kerinci meminta agar persoalan ini diselesaikan secepatnya.
Hasil pertemuan tertutup Gubernur Jambi di kantor Camat Batang Merangin dengan dihadiri Kapolda Jambi dan Danrem 042/Gapu Jambi, telah ada kesepakatan bahwa penyelesaian dilaksanakan di kantor Bupati Kerinci, pada Rabu (22/3).
BACA JUGA : Ini Dia Alasan Warga Tamiai Tak Hadiri Rapat di Kantor Bupati Kerinci
Sekretaris Daerah (Sekda) Kerinci, Afrizah HS, mengatakan, pihaknya telah mengirim utusan ke Tamiai, kecamatan Batang Merangin untuk mempertanyakan ketidakhadiran warga Tamiai dalam pertemuan tersebut.
"Kita sudah mengutuskan pewakilan kita untuk ke Depati Muara Langkap, untuk menanyakan alasan ketidak hadiranya di kantor Bupati Kerinci," tambahnya.
Ditanya hasil pertemuan dengan peladang dari Muaro Pulau ? Kata Sekda, para peladang diminta untuk menahan diri sampai ada informasi utusan yang berangkat ke Tamiai.
"Yang jelas kami mengharapkan kepada para peladang untuk menjaga diri, jangan ada terjadi anarkis lagi, kalau terjadi anarkis lagi tentu kita juga akan rugi. Oleh sebab itu sekali pun tidak tetulis tapi mengharapkan kepada peladang untuk menahan diri," pungkasnya. (adi)
