JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Bentrok yang diduga disebabkan konflik lahan diwilayah Kabupaten Kerinci, terjadi didepan Kantor Camat Batang Merangin, Kabupaten Kerinci pada pukul 11.00 wib, Senin (20/3), Yang mengakibatkan Kantor Camat rusak, dan 72 motor terbakar.
Bupati Kerinci, Adirozal, meminta kepada para petani di Dusun Muaro Pulau dan Desa Tamiai, agar bisa menahan diri. Pasalnya, saat ini pihak Pemkab masih terus berusaha untuk menyelesaikan konflik lahan tersebut.
BACA JUGA : Begini Kronologis Awal Mula Terjadinya Bentrok Dua Desa di Tamiai
"Penyelesaian ini tidak mudah, kita sudah terus berusaha untuk menyelesaikannya. Makanya kita minta warga, untuk menahan diri," ujar Adirozal.
Dikatakan Adirozal, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut harus ada perdanya terlebih dahulu tentang tanah ulayat. "Buat Perda Tanah Ulayat kan tidak mudah, di Indonesia cuman ada 1. Untuk buat perda harus mulai dari Pokja dulu, seletah menyusun bahan-bahan, kemudian sampai kepada mengundang ahli hukum pertanahan," ungkapnya.
Untuk itu, orang nomor satu di Kerinci ini meminta warga tetap bersabar. Namun saat ini terlebih dahulu yang bersifatnya kriminal, agar diselesaikan secepatnya, agar permasalahan tidak menjadi panjang.
"Akan kita cari solusi tengahnya, yakni harus secara teratur, agar tidak ada yang dirugikan. Baik itu Desa Tamiai, maupun para peladang. Mereka akan kembali kita kumpulkan untuk menyelesaikan lahan tersebut," pungkasnya.(adi)
