iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, mencatat sebanyak 28.500 jiwa penduduk Kabupaten Sarolangun, berada dibawah garis kemiskinan. 

"Berdasar data BPS, pada tahun 2015 angka kemiskinan Kabupaten Sarolangun sebesar 10,29 persen. Dimana angka tersebut berada di atas angka kemiskinan Provinsi Jambi, yaitu sebesar 9,12 persen. Tapi angka ini masih berada dibawah angka kemiskinan nasional, yaitu sebesar 11,13 persen, ujar Kepala Bappeda Sarolangun, Dedy Hendry.
 
Dijelaskannya, pada tahun 2011 angka kemiskinan Sarolangun sebesar 9,1 persen. Namun pada 2015 angka kemiskinan Sarolangun naik menjadi 10,51 persen. Angka tersebut kemudian turun pada 2014, yakni besar 10,17 persen. Tetapi kembali naik pada 2015, yakni sebesar 10,29 persen.
 
Saat ini, jumlah penduduk miskin Sarolangun sebanyak 28.500 jiwa atau 10.29 persen, ungkapnya.
 
Lebih lanjut disampaikannya, masih tingginya angka ke miskinan di Kabupaten Sarolangun, disebabkan indikator warga miskin untuk sarolangun cukup tinggi. Dimana dipatok pada pendapatan yang mencapai Rp 370.205 per kapita perbulan.
 
Sehingga dengan perhitungan angka garis kemiskinan yang lebi tinggi dari daerah lain, membuat angka kemiskinan Sarolangun tinggi. Padahal, pertumbuhan ekonomi Sarolangun terus maju dan termasuk yang paling tinggi di Provinsi Jambi.
 
Seandainya warga kita yang dikategori miskin tersebut tinggal di kabupaten lain mereka tidak termasuk warga miskin, ucapnya. (hnd)

Berita Terkait



add images