JAMBIUPDATE.CO, SENGETI - Dampak bencana banjir yang melanda Kabupaten Muarojambi beberapa minggu terakhir ini mulai menimbulkan banyak kerugian. Salah satunya 50 hektar lahan petani di Muarojambi gagal tanam.
Jumlah ini terbilang cukup besar dibandingkan dengan Kabupaten lainnya. Hal ini disebabkan saat ini para petani Muarojambi memang baru memulai menanam benih pertanian seperti padi dan tanaman palawija lainnya.
Kepala Dinas Pertanian Muarojambi, Ir Havis, menyebut seluruh data ini telah dikirm ke pihak provinsi untuk mendapat respon dari pemerintah pusat.
"Jadi memang ada 50 hektar yang gagal tanam, jumlah ini kami prediksi akan terus bertambah mengingat kondisi debit air sungai terus meningkat," ujar Havis, Rabu (15/3).
Lebih lanjut Havis mengatakan, dari data yang didapat juga dicatat sebanyak 591 hektar tanaman padi terendam banjir dan 103 hekta tanaman jagung juga terendam air.
Menurutnya, warga sangat membutuhkan bantuan bibit dalam program kucuran Cadangan Beras Negara (CBN) yang memang diperuntukkan untuk situasi bencana seperti saat ini.
"Yang kami minta adalah CBN yang memang dapat disalurkan maksimal ton setiap Kabupaten,"tukas Havis. (era)
