JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Bursa pemilihan DK OJK terus mengerucut dan memunculkan sejumlah nama. Terakhir hasilnya cukup mengejutkan, karena sejumlah wakil dari petahana tidak lolos pada proses berikutnya.
Tentu, penomena ini memunculkan pertanyaan banyak pihak. Salah satunya adalah apa penyebab sejumlah nama besar tak lolos seleksi. Atau mungkin apakah kinerja OJK sebelumnya terbilang gagal.
Ekonom muda asal Jambi, Dipo Ilham Djalil mencoba mencermati semau potret pejalanan seleksi DK OJK. Menurutnya, untuk melihat semua itu perlu mencermati proses awal seleksi tersebut.
Dari sejumlah pelamar yang lolos tahap satu dan dua sebanyak 35 orang didominasi oleh kalangan industri keuangan dan internal, ujarnya.
Dia menyebutkan, dari 35 yang dinyatakan lolos itu, hanya 2 dari 7 kandidat petahana yang lolos. Nama tenar dari internal sekelas M Hadad pun tak lolos.
Hampir separuhnya atau 15 kandidat didominasi kalanangan internal, kalangan praktisi sekitar 11, 6 PNS, dan 3 Akademisi, ucapnya.
Wasekjed DPP PAN ini juga melihat kinerja OJK pada periode sebelumnya perlu ada perbaikan dan perlu ada perubahan signifikan. Sehingga sah dianggap gagal, alhasil nama tenar M Hadad pun tak lolos seleksi.
Menurutnya, Muliaman Hadad Ketua DK OJK ini terbilang gagal memberikan perubahan progresif di institusi yang dipimpinnya. Setidaknya ada dua indikator serius yang gagal dicapai, yakni keuangan inklusif dan distribusi lending ke sektor ril.
Disamping itu tidak lolosnya sejumlah nama ini juga dikarenakan dinamika politisi dan petahana. Kandidat cenderung didominasi oleh jalur orang-orang yang dekat dengan Sri Mulyani, pungkasnya. (aiz)
