JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Ketua Baznas Kota Jambi, Syamsir Naim, angkat bicara terkait penolakan puluhan guru yang tidak ikhlas gajinya dipotong untuk membayar zakat. Kata Syamsir, Baznas sudah melakukan sosialisasi ke UPTD tingkat Kecamatan di Kota Jambi.
Memang baru 6 Kecamatan mulai dari Kota Baru. Ini memang sudah instruksi Walikota Jambi. Tidak hanya ASN Kota, tapi juga daerah lain termasuk Jakarta, kata Syamsir.
Dia juga mengatakan, ini merupakan program pusat dan instruksi MUI yang meminta gaji dipotong untuk zakat. Presiden juga gajinya dipotong. Menteri juga ikut dipotong. Masak kita di Kota Jambi tidak setuju. Malulah kita kalau sampai diketahui oleh orang luar kalau ada yang tidak setuju gajinya di potong untuk membayar zakat, sebutnya.
Saat ini, lanjut Syamsir, memang belum seluruh PNS yang langsung dipotong gajinya untuk membayar zakat karena masih tahap sosialisasi. Semuanya nanti akan dipotong. Sekarang baru 65 persen, ujarnya.
Zakat, kata Syamsir, dipotong dari gaji PNS yang diatas Rp 3.4 juta. 2,5 persen zakat tersebut dikumpulkan untuk fakir miskin. Harta itu untuk dizakatkan. Kerena sebagian dari harta kita adalah titipan Allah untuk fakir miskin, pungkasnya. (hfz)
