JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Wasekjed DPP PAN, Dipo Ilham Djalil melihat kedaulatan pangan masih menjadi tantangan klasik di tanah air. Sejumlah blunder soal pangan seringkali terulang dan berimbas pada inflasi.
Dipo mencatat, sepanjang Januari hingga November 2016, inflasi mencapai 2,59 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,58 persen. Inflasi per Januari 2017 mengalami rekor lonjakan inflasi tertinggi sejak 2015 silam.
Menurutnya, hal inipun secara tidak langsung berdampak bagi Provinsi Jambi. Karena inflasi bulan lalu tembus 0,97 persen. Bila ini terus dibiarkan, maka ancaman krisis pangan akan menganga.
Ekonom muda ini menyebutkan, penyebabnya adalah adalah blunder kegagalan pengelolaan dan menstabilkan harga pangan jelas tampak terlihat tahun lalu. Komoditas utama pun harganya meroket tak karuan, seperti daging, kedelai, beras, cabe, bawang dan lain sebagainya.
Bahkan hal sepele seperti impor singkong. Kegagalan menstabilkan harga berimbas pada lonjakan inflasi dan melemahkan daya beli masyarakat, katanya.
Pengusaha muda asal Jambi ini menjelaskan, pemerintah tak hanya harus perbaiki sisi produksi, tapi perlunya perbaikan manajemen rantai pasok, subtitusi bahan baku impor, validasi database pangan, industrialiasasi pangan, dan lainnya.
Meski faktor terbesar inflasi dari sisi volatile food, kebijakan yang bersifat administred juga patut menjadi perhatian lantaran tantangan 2017 pemerintah mengerek TDL dan BBM. Sebab stabilnya pangan dapat meredam Inflasi, pungkasnya. (aiz)
