JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Sepekan terakhir ini, Gunung Kerinci mengeluarkan Abu Vulkanik yang cukup tebal. Bahkan telah terjadi Gempa tremol yang tak henti-hentinya. Akibatnya, saat ini Gunung Kerinci berstatus waspada level II, dan warga hanya boleh beraktiftas dibawah radius 3 Km.
Akibat abu vulkanik tersebut, mengakibatkan warga sudah terserang penyakit dan tanaman petani yang berada di sekitar Gunung Kerinci banyak yang rusak.
Kepala Desa Jernih Jaya, kecamatan Gunung Tujuh, Zal Pinur saat dikonfirmasi, Senin (21/11), membenarkan bahwa beberapa hari ini, aktifitas dari Gunung Kerinci meningkat dari hari biasanya.
"Ya, dari Jumat Gunung Kerinci itu mengeluarkan abu yang tebal dari dalam kawah, abu yang keluar itu dari pagi sampai siang. Selain itu, bau dari belerangnya pun terasa oleh warga beberapa hari ini," jelasnya.
Akibat tebalnya abu yang keluar dari Gunung tertinggi di Sumatera ini, berdampak terhadap tanaman kentang dari petani yang berada di sekitar Gunung Kerinci tersebut.
"Tanaman kubik (kentang,red) banyak yang rusak menguning dan ada yang mati, karena akibat belerang dari Gunung itu,"katanya.
Tidak hanya tanaman yang banyak rusak, warga yang melakukan aktifitas di luar rumah dan keladang saat ini sudah ada yang menggunakan masker akibat abu Gunung Kerinci. (adi)
