JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO - Warga Kabupaten Bungo, tepatnya di Dusun (desa, red) Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dhani, baru baru ini dihebohkan dengan penemuan perahu tradisional yang terbuat dari kayu gelondongan.
Diperkirakan usia perahu itu mencapai ratusan tahun.
Perahu tersebut ditemukan warga dalam keadaan terkubur se dalam lima meter dari permukaan tanah dan sekitar 15 meter dari bibir sungai. Perahu tersebut ditemukan pertama sekali oleh Hasan (55).
Kata Hasan, perahu tua itu berdiameter sekitar 80 cm dengan panjang 8,20 Meter. Terdapat 32 panggar (lobang tempat atap perahu,red) dan kondisi perahu masih sangat bagus. Hanya saja terdapat retak sekitar 80 cm, namun masih bisa ditambal.
Sementara, Datuk A Wahid (87), tokoh masyarakat setempat saat dijumpai mengatakan, perahu tersebut sudah terkubur lebih dari seratus tahun. Datuk Wahid juga menyampaikan keheranannya, karena menurut datuk tertua di Dusun Sungai Arang ini, dahulunya perahu masyarakat Sungai Arang tidaklah sepanjang itu.
"Iyo dulu perahunyo tidak sepanjang itu, lebih kecil, perahu itu digunakan waktu zaman Belanda untuk mengangkut batu,"jelasnya.
Kemudian kata Datuk Wahid, dahulu perahu serupa digunakan masyarakat sekitar tahun 1973 dan sampai Indonesia merdeka.
"Kalau setelah kito merdeka itu dak ado lagi, hutan itu dak ado lagi," terangnya. (hnd)
