JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Sejumlah bangunan Sekolah Dasar (SD) dalam Kabupaten Kerinci khususnya di daerah terpencil kondisinya memprihatinkan. Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci tahun 2016 jumlah sekolah yang rusak mencapai 40 persen.
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Kerinci, Amri Swarta, membenarkan hal itu. Pihaknyapun terus berupaya melakukan rehab sekolah dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Bahkan untuk tahun 2016 ini, ada 12 SD yang direhab, dengan menggunakan DAK.
"Kalau jumlah DAK tahun ini sekitar Rp 4 miliar lebih, ditambah lagi dengan sisa DAK tahun lalu Rp 1 milliar, jadi total DAK kita Rp 5,8 miliar," ungkapnya.
Disebutkannya, untuk alokasi DAK, 40 persen diperuntukan peningkatan mutu pendidikan sedangkan 60 persen untuk rehab sekolah. Untuk pembangunan fisik tersebut, diperuntukan bagi sekolah yang mengalami rusak sedang dan rusak ringan.
"Untuk alokasi DAK itu berdasarkan cek fisik dari konsultan," sebutnya.
"Yang banyak rusak itu di daerah terpencil, seperti di kawasan Pungut, di Kecamatan Air Hangat Timur, Pasir Jaya, Masgo, Kecamatan Gunung Raya, Tamiai dan Batang Merangin," tambahnya. (dik)
