iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Masih terdapat tenaga penyuluh yang berstatus honorer. Kepala BP4K Tanjabtim, Badrud Tamam, meminta tenaga penyuluh yang berstatus honorer ini agar bisa diakomodir oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Apalagi dinas kami kan akan bergabung dengan Dinas Pertanian. Kami mengusulkan tenaga penyuluh honorer masuk dalam data base pusat," ujarnya .

Tujuan lain tenaga penyuluh dapat diakomodir oleh pusat, ini untuk menghemat anggaran daerah terkait pembayaran gaji tenaga penyuluh daerah. Sebab tiga tahun belakang, terjadi pengurangan anggaran dari pusat.

"Belum lagi Dana Bagi Hasil yang tiap tahunnya turun, kalau masih dibebankan APBD tentu memberatkan Pemkab," jelasnya.

Di Tanjabtim, sambungnya, tercatat sebanyak 80 tenaga penyuluh swadaya yang digaji didaerah, untuk membantu petani memberikan penyuluhan dilapangan.

"Padahal tenaga penyuluh ini membantu pusat dalam rangka surplus padi di daerah-daerah," terangnya. (yos)


Berita Terkait



add images