iklan Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN  Hingga saat ini, salah satu program Presiden Joko Widodo, belum berjalan di Kabupaten Batanghari. Program tersebut yakni Program Indonesia Pintar (PIP), yang produknya diberi nama Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Bahkan, untuk Kabupaten Batanghari belum terdistribusi seluruhnya. Dari data di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) tahun 2015 dari total siswa SD sebanyak 33.080 orang, yang sudah menerima PIP sebanyak 7.267 orang, sementara untuk tingkat SMP dari total 9.348 siswa yang sudah menerima PIP sekitar 1.913 siswa.

Dikatakan Plt Kepala Dinas PDK, Jamilah, tahun 2016 ini, PIP disalurkan dalam 16 tahap, tahap pertama untuk tingkat SD ada 1.196 siswa penerima, tahap kedua sebanyak 746 siswa dan tahap kelima ada 3.857 siswa.

"Total siswa SD penerima PIP tahun ini ada 5.799 siswa, artinya baru 17 persen dari jumlah siswa menerima PIP. Pada penyaluran PIP tahap ketiga dan empat, Batanghari tidak mendapatkan kuota," ungkap Jamilah.

Sementara untuk tingkat SMP, total penerima PIP tahun 2016 ini sebanyak 1.410 siswa, artinya baru 15 persen siswa yang menerima PIP, jika dibandingkan dengan jumlah seluruh siswa yang ada.

"Untuk tingkat SMA/K saat ini masih divalidasi data siswa yang sudah menerima PIP sebagai dasar dikeluarkannya KIP," ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa jumlah bantuan dana yang diterima dari KIP sebesar Rp 1 juta untuk tingkat SMA, Rp 700 ribu untuk SMP dan Rp 500 ribu untuk SD. Namun, lanjutnya untuk siswa yang tidak menerima KIP, masih banyak program bantuan lain seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta bantuan dari APBD Batanghari. (adi)


Berita Terkait



add images