JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Sedikitnya 28 orang guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (Mts N) Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sarolangun, Selasa (20/9) melakukan aksi mogok mengajar. Aksi serupa sudah pernah terjadi pada awal bulan lalu (02/9). Aksi mogok ini terjadi karena guru kecewa dengan ketidak transparanan kepala sekolah MTS terhadap bawahannya.
Pada saat pertama aksi mogok mengajar ini, sebenarnya sudah dapat diselesaikan, oleh Kantor Depag Sarolangun, yang saat itu sudah turun ke sekolah, menindaklanjuti permasalahan. Namun hasil tindak lanjut Kandepag, yang meminta waktu satu bulan untuk menyelesaikan persoalan majlis guru dan kepala sekolah belum terealisasi, para guru akhirnya memutuskan untuk kembali mogok mengajar.
Karenanya, pihak sekolah melakukan rapat istimewa yang berlangsung selama dua jam. Dihadiri ketua Komite Mts Ladang Panjang H Muhammad, Sy, Pengawas MTs Syafriliandi, M.Pd.I, Wakil Kepala Mts H Helmi, Kepala TU Ishak, S.Pd, Wali Murid M Syaihu, Sekdes Ladang Panjang, Tokoh Masyarakat H Tarmizi dan Puluhan guru baik pegawai negri sipil maupun guru honorer. Dan sayang, Kepala Sekolah Mts tidak ikut hadir, dengan alasan tidak di ketahui.
Dalam rapat tersebut, pihak komite sekolah meminta agar mogok mengajar ini tidak dilakukan lagi, sebab, aksi ini sangat fatal akibatnya. Karena memang yang dirugikan adalah siswa-siswi yang tidak tahu apa-apa.
Tolong para bapak/ibu guru sampaikan kepada kami, apa keluhan yang membuat adanya aksi mogok, kalau seperti ini fatal akibatnya, murid juga nanti yang rugi, kita harus cari langkah cepat, beri kami waktu 24 jam, tapi kami minta jangan ada mogok lagi, mulai besok mengajarlah, Kata Ketua Komite H Muhammad Sy. (dez)
