iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Kadishut Tanjabtim, Adil Aritonang mengungkapkan, dari 78 ribu lahan sawit di Tanjabtim, ternyata dominan pemilik lahan sawit adalah perusahaan.

"78 ribu hektar lahan di Tanjabtim ditanami sawit, dengan perincian 28 ribu hektar lahan sawit masyarakat dan 50 ribu hektar lahan sawit perusahaan," jelas Adil.

Namun, setelah adanya perda Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B), penambahan lahan sawit yang dilakukan masyarakat mulai berkurang. Apalagi harga sawit mengalami penurunan.

"Masyarakat tidak lagi melihat sawit dapat mendongkrak perekonomian masyarakat," terangnya.

Dia meminta masyarakat untuk melihat potensi baru lahan pertanian, yang diprediksi bakal meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Seperti pinang dan kedelai hitam. "Termasuk cabe merah, kan belum banyak kedelai dan cabe yang ditanam masyarakat," bebernya. (yos)


Berita Terkait



add images