iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN  Dinas Pertanian dan Ketahapan Pangan Batanghari, berupaya melindungi petani dari dari kerugian dengan memperkenalkan program asuransi Jasindo. Program ini sangat banyak dilakukan di wilayah Pulau Jawab.

Namun, Pemkab Batanghari belum berhasil memperkenalkan program ansuransi jasindo kepada para petani di Kabupaten Batanghari. Pihak Ansuransi Jasindo yang diharapkan turun ke tengah masyarakat untuk memberikan penjelasan terkait sistim ansuransi ini belum bisa hadir di Batanghari. Hal tersebut dikatakan Budi Narso, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Batanghari.

Tentu harus disosialisasikan dulu. Petani harus tahu kondisi seperti apa yang bisa diklaim kepada pihak ansuransi, Tutur Budi Narso.

Kita memang ada rencana untuk mensosialisasikan ansuransi jasindo kepada petani. Cuman, pihak ansuransi Jasindo belum bisa hadir. Sosialisasi yang Kita rencanakan ditunda, tambahnya.

Budi Narso mengatakan, mengasuransikan lahan pertanian sebagai bentuk solusi ketika terjadi gagal panen akibat serangan hama maupun bencana. Dengan mengansurasikan lahan pertanian, maka petani bisa terbantu.

Daerah Kita ini paling sering terjadi gagal panen, baik itu karena kemarau maupun banjir. Untuk melindungi petani, perlu adanya program ansuransi, sebutnya.

Menurutnnya biaya asuransi lahan pertanian sejauh ini masih disubsidi pemerintah. Untuk satu hektar lahan, petani hanya membayar Rp36 ribu. Kalau seandainya terjadi fuso, maka petani akan mendapat uang ansuransi Rp6 juta per hektar, sebutnya. (adi)


Berita Terkait



add images