JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Direksi PDAM Tirta Sakti mengaku tingkat kebocoran atau kehilangan air PDAM Kabupaten Kerinci cukup tinggi, yakni mencapai 32,24 persen per bulan.
Erwan, Plt Dirut PDAM Tirta Sakti mengatakan, kebocoran atau kehilangan air di Kerinci cukup tinggi mencapai 32,24 persen, sedangkan standar kehilangan air 20 persen.
Disebutkannya, daerah yang paling tinggi kehilangan air, yakni di Sungaipenuh, mencapai 73 persen, daerah lainnya hanya 32 persen.
"Di Koto Baru, Sungaipenuh itu 60 persen sambungan illegal. Ini merugikan PDAM dan pelanggan lainnya, karena tidak pakai keran, air mengalir terus," ucapnya.
Kehilangan air ini disebabkan berbagai faktor, seperti pencurian berupa sambungan illegal, kebocoran pipa atau kesalahan water meter.
"Kalau water meter sudah tua bisa terjadi kesalahan penghitungan. Umur water meter di Kerinci mencapai 10 tahun, seharusnya 5 tahun sekali diganti," ucapnya. (dik)
