JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN Wabah penyakit Filaria atau yang paling dikenal kaki gajah, saat ini terus mengancam warga Kabapaten Batanghari. Bahkan, saat ini sudah 74 warga Batanghari menderita penyakit ini.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan Batanghari, Almi Cab. Dikatakannya, dari 8 kecamatan, terdapat dua kecamatan yakni Pemayung dan Bathin XXIV yang merupakan daerah endemik.
Penyakit kaki gajah ini bukanlah penyakit keturunan, untuk itu upaya mencegah penyebaran penyakit kaki gajah harus dilakukan secara maksimal.
"Secara akumulasi sampai saat ini penderita kaki gajah ada 74 orang. Yang terdata ini merupakan penderita yang sudah membengkak anggota tubuhnya karena filariasis," kata Almi Cab.
Karena tingginya kasus kaki gajah, pemkab Batanghari sendiri sudah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan. Salah satunya melalui program pemberian obat masal pencegahan (POMP). Sebagai upaya memutuskan penyebaran penyakit ini, secara nasional setiap bulan Oktober selama 5 tahun berturut-turut sejak 2012, masyarakat diajak minum obat secara serentak.
"Tahun ini merupakan tahun terakhir minum obat ini, nanti 2 tahun mendatang dilakukan evaluasi dan melihat hasil pengobatan," bebernya. (adi)
