JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Setelah terbenam matahari pada 9 Dzulhijjah kemarin, maka ribuan jamaah haji asal Jambi menuju Muzdalifah. Mereka akan melakukan prosesi Mabit (menginap) disana sembari mencari batu kerikil untuk melontar jumrah di Jamarat.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, hamparan luas Muzdalifah dilengkapi dengan karpet merah seukuran 1,5 x 2 meter. Jamaah haji merasa nyaman dengan fasilitas tambahan yang disediakan oleh Muassasah Asia Tenggara.
Alhamdulillah bagus dan nyaman, aku TPIHI KLoter 16, H. Hasbullah. Dimana jamaah menikmati suasana malam di Muzdalifah usai mengimpulkan batu kerikil untuk lontar Jumrah di sana.
Alhamdulillah sekarang menjadi tidak kotor lagi, tambahnya. Sebelumnya mereka perlu membawa bekal alas, kini tidak perlu lagi dan bisa langsung beristirahat setibanya di Muzdalifah.
Sejumlah karpet merah tampak menghampar di beberapa titik, terutama di areal terdekat kumpulan baru kerikil yang telah disiapkan Pemerintah Saudi dan juga dekat tempat buang air kecil (toilet).
Penambahan fasilitas karpet merah tahun ini baru diberlakukan oleh Muasasah Asia Tenggara di mak-maktab negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun demikian, karpet merah yang disediakan belum menutup seluruh hamparan Muzdalifah. Beberapa bagian masih terbuka dan jamaah harus menggelar alas untuk beristirahat di sana.
Melewati tengah malam (muntashif al-lail), jamaah haji Jambi mulai diberangkatkan secara bergelombang menuju Mina untuk menginap di sana. Hari ini, jamaah haji Indonesia mulai melakukan wajib haji lainnya, yaitu lontar Jumrah Aqabah sebelum mereka bertahallul dan mengganti pakaian ihramnya dengan baju biasa. (kta)
