iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Masyarakat Kabupaten Bungo, akhir-akhir ini mengeluhkan kurangnya berat gas LPG bersubsidi 3 Kg. Diduga SPBE di Bungo sengaja mencurangi masyarakat dengan cara mengurangi berat gas untuk mencari keuntungan lebih.

Epi Hendri salah seorang pedagang Pasar Atas Muarabungo, mengatakan, selama ini gas yang dibelinya selalu ditimbang. Meskipun segelnya masih ada namun berat gas dan tabungnya tidak sampai 8 Kg, beratnya berkisar hanya 7,7Kg dan 7,8Kg. Jika dikurang berat tabung kosong 5 Kg, dengan demikian berat bersih gas hanya 2,7 Kg sampai 2,8 Kg.

"Saya beli gas sampai dua tabung sehari untuk jualan masakan. Namun setelah ditimbang jarang berat yang ditemui pas 8 Kg, paling banyak hanya 7,8 Kg mas, kejadian seperti ini sudah dari beberapa tahun lalu," kata Epi.

Hal senada juga disampaikan Darmayenti seorang ibu rumah tangga, dikatakannya selama ini membeli gas dengan agen manapun jarang beratnya yang sampai 8 kg, malahan setelah gasnya habis, tabung gas ditimbang beratnya lebih dari 5 kg, karena saat diguncang di dalam tabung sering berisi cairan.

Terpisah, Parrama Ramadhan A SE LPG I Pertamina Jambi, mengakui sudah mendapat laporan tersebut, dikatakannya sekitar dua minggu lalu sudah melakukan pengecekan, namun saat pengecekan berat gas sudah sesuai.

"Kita cek kan sudah dua minggu lalu, jadi jika saat ini berat gas kembali kurang, maka kita akan lakukan pengecekan kembali, jika memang ditemukan berat gas tidak sesuai, maka akan kita berikan sanksi ," ucapnya.

Dikatakannya, sebelumnya SPBE Bungo juga sudah pernah diberikan surat teguran, jadi jika kembali melakukan kesalahan maka tidak menutup kungkinan pihak Pertamina akan melakukan  penyetopan operasi. (hnd)

 


Berita Terkait



add images