JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Empat Jamaah Calon Haji (JCH) asal Jambi terpaksa harus disafari wukufkan lantaran kondisi kesehatannya masih belum membaik. Bahkan menjelang keberangkan JCH ke Padang Arafah, keempat JCH ini masih skait dan dirawat.
Hal ini dibenarkan Kabid PHU Kemenag Jambi, H. Herman. Diakui Herman, kondisi keempat JCH asal Jambi tidak mungkin diberangkatkan bersama jamaah lainnya kepada Padang Arafah untuk Wukuf karena dalam keadaan sakit.
Ada empat jamaah asal Jambi yang disafari wukufkan. Keempatnya saat ini masih dirawat diberbagai tempat, ujar Herman saat dihubungi.
Keempat JCH asal Jambi yang disafari wukufkan berasal dari 4 kloter yaitu Kloter 16, Kloter 17, Kloter 19 dan Kloter 20. Alhamdulillah Kloter 18 tidak ada yang disafari wukufkan. Jadi total JCH Kloter 18 sebanyak 444 orang semua ikut ke Padang Arafah, jelasnya.
Keempat JCH yang disafarai wukufkan tersebut adalah Legiah Binti Setrowinangun yang dirawat di KKHI Makkah dengan penyakit dementia dan dari Kloter 17 atas nama Asni Binti Kamil Tamin yang dirujuk ke RS King Abdul Aziz pada Jumat (09/09).
Lalu dari Kloter 19 atas nama Abdurrahman Bin Ismail asal Tebo yang dirawat di KKHI karena sakit sroke berulang dan dari Kloter 20 atas nama Jamilah Binti Tamran (62) asal Mersam Batanghari yang juga dirawat karena sakit asma dan hipertensi.
Sementara itu jamaah yang lainnya dari Kloter 16, 17, 18, 19 dan 20 pada Sabtu (10/09) kemarin sudah berangkat ke Padang Arafah untuk Wukuf. Mereka akan berada di Padang Arafah pada 11 September hingga matahari terbenam di Padang Arafah.
Lalu ada dua JCH asal Kloter 16 dari Kota Jambi mengikuti Napak Tilas Nabi Ibrahim. Keduanya tidak langsung ke Padang Arafah, tetapi berjalan kaki sekitar 7 KM ke Mina dan setelah itu baru berjalan ke Padang Arafah sepanjang 14 KM.
Jadi kedua jamaah dari Kloter 16 yang ikut Tarwiyah atau Napak Tilas itu atas kemauan sendiri dan pemerintah tidak mengakomodir Tarwiyah. Mereka membuat pernyataan kepada kita, beber Pembimbing Haji Kloter 16, H. Hasbullah.(kta)
