iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Maraknya penambangan emas tanpa izin(PETI) di aliran Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo membuat warga geram. Senin (5/9) puluhan warga di Kecamatan Tanah Sepenggal membakar 2 unit dompeng rakit yang beroperasi di aliran sungai Batang Tebo tersebut.

Tindakan yang dilakukan warga, juga sebagai bentuk kekesalan terhadap aparat penegak hukum yang dinilai lamban atau terkesan tidak serius menangani masalah ini.
Akibatnya Sungai Aur Batang Tebo yang digunakan warga untuk keperluan sehari- hari menjadi kuning pekat bak kubangan kerbau.

"Kami resah nian dengan aktifitas PETI yang dak ado pernah berhenti sehinggo membuat aliran sungai Aur Batang Tebo berubah menjadi kuning pekat," kata Awi salah satu warga Teluk Pandak saat dikonfirmasi. Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa warga sudah bersabar selama ini, sering kali warga melakukan teguran terhadap pemilik serta pekerja dompeng dengan cara baik-baik namun selalu diabaikan bahkan kontak Fisik pun pernah terjadi.

"Warga sudah sering menegur pelaku PETI, namun tidak pernah digubris. Dan warga juga sudah sering kali melaporkan kepada aparat, namun tidak ada juga tindakan hingga saat ini,"paparnya.

Terpisah, Rio (kades, red) Teluk Pandak Erpuadan saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pembakaran dompeng yang dilakukan warganya, namun disaat kejadian beliau lagi tidak berada di dusun (Desa)
"Waktu pembakaran dompeng, sayo dak ada di dusun mas, lagi menghadiri resepsi pernikahan anak pak Camat di dusun Sungai Lilin, tapi benar Saya dapat kabar melalui telepon tentang adanya aksi pembakaran dompeng yang dilakukan warga sayo," kata Erpuadan. (hnd)


Berita Terkait



add images