JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Sejumlah guru yang berada di wilayah terpencil seperti di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat , Kabupaten Bungo, mempertanyakan tunjangannya yang hilang. Bahkan, namanya juga ttidak terdaftar sebagai penerima tunjangan guru terpencil.
Lukman, salah satu guru sekolah Dasar di Batu Kerbau yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), mengatakan, dirinya mempertanyakan tunjangan terpencil yang biasa diperolehnya. Katanya, bagi guru honorer mendapat Rp1,5 juta per bulan, sedangkan bagi pegawai negeri mendapat sebanyak gaji pokok sesuai golongan, yang dirapel selama 3 bulan sekaligus dan akan masuk kerekening para penerima tunjangan tersebut.
Saya mempertanyakan ada apa sebenarnya dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo. Kerap kali Saya menemui pihak Dinas sekaligus Pak Kadis Pendidikan, namun saya tidak menemukan titik terang kenapa nama Saya dihilangkan dalam penerima tunjangan guru terpencil, ungkap Lukman.
Menurutnya, tiga orang guru di sekolahnya yakni Marlis dan A.Ryasidi sebagai honorer dan Aswan berstatus PNS masih menerima dana tunjangan tersebut sampai triwulan kedua ini, sedangkan dirinya tidak menerima lagi.
Sementara itu, Kadisdik Kabupaten Bungo, saat ditemui awak media mengatakan, tidak ada lagi yang namanya daerah terpencil di Kabupaten Bungo. Karenanya, tidak ada lagi guru yang menerima tunjungan guru di daerah terpencil tersebut.
Saya tegaskan lagi, hingga hari ini, tidak ada lagi yang menerima tunjagan guru derah terpencil karena Kabupaten Bungo tidak ada lagi yang terpencil, kata Kadisdik Hasrizal saat dikonfirmasi. (hnd)
