iklan Adinda
Adinda

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Muda, cantik. Itu lah dia Adinda, penari yang tergabung dalam Tim Tari Kesenian Gubernur Jambi. Dara cantik kelahiran 15 Januari 2000 ini memiliki prestasi yang patut diacungi jempol.  Mulai dari dunia modeling hingga menjadi salah satu penari Jambi. 

Kepada jambiupdate.co, Adinda bercerita dibidang modeling Dia meraih Best Akting pada event model di Kota Jambi tahun 2013. Waktu itu, Adinda baru kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. 

"Awalnya model. Cuma waktu ikut itu dari sekolah. Dapatnya Best akting," ujar warga Asrama CPM yang berlokasi di Jelutung, Kota Jambi ini. 

Setelah itu, saat menginjak Kelas I di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Jambi, putri dari pasangan Hengki Irawan dan Sri Mairini, ini ikut dalam Duta Seni Budaya dan Pariwisata 2014 di Taman Budaya. Dengan kecerdasan dan parasnya yang anggun serta pengetahuan yang mempuni, Dia terpilih sebagai sebagai pemenang dan dinobatkan sebagai Duta Seni Budaya dan Pariwisata.

"Mulai dari situ, diajarin nari. Awalnya memang dak bisa. Tapi terus belajar," sebut dara cantik dengan rambun sepunggu ini. 

Dia terus belajar, lama kelamaan terbiasa. Setelah telaten dalam menari, Dia mulai ikut dalam penyambutan tamu negara dan acara lainnya. "Kalau ada penyambutan tamu negara terus nari. Wakil presiden, Menteri, Kapolda, Kajati jugo. Waktu presiden itu dak jadi. Kan batal ke Jambi. Pas datangnyo mendadak," tutur anak pertama dari empat bersaudara ini. 

Selain di Jambi, Dia juga menari di Bandung dalam acara Kemilau Nusantara 2014 dan membawakan tari tradisional Jambi, Kakitau. Setahun berikutnya, menari di Pontianak dalam acara Carnaval Khatulistiwa. Berikutnya, di Lombok pada acara Senggigi Beach Expo 2015 dan membawakan tari Lenggang Sri Tanjung.

"Yang di Pontianak tu kayak pawai pawai 2015. Sambil keliling kota sambil nari. Itu yang ikut seluruh Indonesia," akunya. 

Saat ditanya, perbedaan model dengan tari. Dara manis ini menjawab, menari lebih sulit dari modeling. Menurutnya, menari membutuhkan fokus, percaya diri, menguasai gerak tarian, luwes dan tidak tampak seperti menghapal gerakan. 

Meski sudah dikenal di dunia modeling dan tari, kedepannya Adinda lebih memilih pendidikan. Kesenian bagianya adalah hobi. Sedangkan pendidikan adalah kebutuhan. 

"Kalau kedepannya milih pendidikan. Ini mau daftar kuliah. Ngambilnya di Jakarta, Palembang, dan Padang. Nanti mano yang lulus lah. Kalau juruan ambil teknik sipil," bebernya.

(pds)

 


Berita Terkait



add images