iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Setelah melalui penilaian oleh tim juri, akhirnya, sebanyak 123 orang guru di Provinsi Jambi yang mengikuti seleksi pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres Tahun 2016 Road To Australia dinyatakan lolos (nama-nama selengkapnya baca iklan halaman 14). Ketua Panitia pemilihan guru favorit Jambi Ekspres 2016, Wisman Wazir mengatakan, mereka yang lolos berhak untuk mengikuti tahapan berikutnya.

"Bagi guru yang namanya lolos seleksi portofolio berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Para guru diminta untuk menyusun karya ilmiah berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK)," katanya.

Para guru, diberi waktu selama kurang lebih 1 bulan untuk menyusun PTK tersebut. "Paling lambat tanggal 20 Juni 2016 PTK sudah harus dikirimkan ke sekretariat panitia pelaksana, gedung Graha Pena Jambi Ekspres, Jalan Pattimura KM 8, No 35, Kota Jambi. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi nomor 085367428910," ungkapnya.

Bagi yang tidak mengirimkan PTK untuk tahapan selanjutnya, tambah Wisman, maka guru tersebut dinyatakan mengundurkan diri dari proses seleksi. "Akumulasi nilai portofolio dan PTK, akan menjadi nilai total tahap 1. Mereka yang lolos dari tahap 1, pada tahap 2 nanti berhak mengikuti ujian presentasi PTK sebagai kunci untuk bisa lolos ke tahap ketiga," jelasnya.

Dijelaskannya, PTK ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada guru untuk mengembangkan profesi dalam bidang penelitian dan pengembangan. Disamping itu, juga untuk memecahkan permasalahan nyata dan kritis di kelas yang menjadi tanggungjawab guru.

Selain itu, PTK juga bertujuan untuk mencari jawaban ilmiah bagaimana masalah dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan, embangun budaya professionalisme, meningkatkan kinerja dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa.

Klik Disini !!!

Dikatakannya juga, isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat kreatif dan objektif, serta logis dan sistematis. Isi tulisan berupa masalah nyata yang timbul di kelasnya sendiri didukung oleh hasil pengamatan dan atau wawancara bukan di kelas orang lain. Selain itu, karya tulis ilmiah belum pernah dilombakan tingkat manapun. "Minimal 40 halaman," tegasnya. (wsn)


Berita Terkait



add images