JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Pemerintah Provinsi Jambi, menargetkan produksi batu bara pada 2016 mencapai 11,2 juta ton. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan 2015 yang hanya 5,5 juta ton.
Kabid Pertambangan Umum ESDM Provinsi Jambi, Abdul Salam, mengaku optimis target itu bisa tercapai meskipun hanya mengandalkan setengah dari perusahaan yang beroperasi.
Dari 118 perusahaan batu bara pemegang izin pertambangan yang telah beroperasi, setidaknya 21 perusahaan yang berencana akan memproduksi 11,2 juta metric ton itu, kata Abdul Salam.
Dari 21 perusahaan itu, hanya 11 perusahaan yang diandalkan Pemerintah Provinsi Jambi. Peningkatan peroduksi itu hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2015 lalu yang hanya 5,5 juta metrik ton.
Ditengah kondisi harga batu bara perlahan membaik, kita berharap perusahaan bisa berproduksi lebih meningkat lagi, kata Abdul.
Produksi batu bara di pasok dari beberapa Kabupaten, seperti Sarolangun, Bungo, Tebo, Muaro Jambi dan Batanghari. Untuk di Merangin dan Tanjung Jabung Barat belum diberikan jatah produksi dikarenakan belum ada perusahaan pemegang IUP operasi produksi.
Mereka masih menggunakan IUP eksplorasi. Bahkan ada yang izinya kita tutup karena sudah diberikan jatah tujuh tahun untik eksplorasi namun tidak ada tanda mau produksi, ungkap Abdul. (fth)
