JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Trend koalisi permanen ini menurut pengamat politik, Jafar Ahmad tidak terjadi jika belajar dari koalisi di Indonesia.
Baginya, jika suatu partai bergabung an bersatu mengusung maupun mendukug kanididat hanya bentuk sebah kebetulan. Kalau di Indonesia itu tidak ada kolaisi, yang ada hanya kebutulan karena murni kepentingan, katanya.
Bagitu juga jika partai pengusung tersebut terpisah, tentunya sangat relative sekali. Tidak lain juga karena adanya kepentingan.
BACA JUGA: Koalisi Zola-Fachrori Bisa Buyar di Pilkada di Daerah
Jadi kalau bersatu bukan karena di Pilgub, tapi karena komunikasi dengan calon yang lebih pas. Jadi tidak ada yang permananen. Jangankan di Jambi, di Nasional saja tidak ada. Jadi sama sekali tidak bisa diharapkan dari koalisi itu, ucapnya.
Namun jika terdapat kesamaaan persepsi untuk mendorong kader di tiga kabupaten pada Pilkda 2017, hal itu dikarenakan kepentingan dari masing-masing partai menemukan kesesuaian.
Misalnya dengan Zola, dia ketua partai, popular jadi keinginan orang untuk menarik dirinya menjadi penting. Jadi yang ada hanya kepentingan, bebernya. (aiz)
