iklan Sejumlah pelajar di Kantor DRPD Sungaipenuh saat melakukan aksi.
Sejumlah pelajar di Kantor DRPD Sungaipenuh saat melakukan aksi.

JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH - Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Sungaipenuh, Jumat (26/2) melakukan aksi di kantor DPRD Kota Sungaipenuh. Mereka menyampaikan aspirasi terkait persoalan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan siswa miskin (BSM) di SMKN 1 Sungaipenuh.

Para siswa yang datang ke gedung Dewan ini berjumlah 25 orang yang merupakan perwakilan Osis, Pramuka, Rohis dan PMR.

FM, perwakilan siswa mengatakan, kedatangan mereka ke Dewan untuk menyampaikan aspirasi 496 orang siswa SMKN 1 Sungaipenuh. Aksi yang mereka lakukan ini menindaklanjuti surat yang sebelumnya diberikan ke Kepala Dinas Pendidikan pada 31 Januari 2016, yang berisi tuntutan agar kepala sekolah mencairkan dana BOS sebagai hak siswa dan untuk mendukung operasional sekolah.

"Kami minta Dewan memberikan solusi yang terbaik, karena dana BOS tahun 2014 dan 2015 tidak dicairkan. Ini kan untuk kegiatan sekolah.Sekarang siswa dan guru sudah tidak akur dengan kepala sekolah," ujarnya.

Selain itu siswa juga mengatakan tahun 2015 tidak ada yang mendapat dana BSM, padahal tahun 2014 lalu siswa mendapatkan BSM.

Sementara, Kadis Pendidikan Kota Sungaipenuh, Pagaruyung Harahap, menyebutkan, terkait masalah tersebut pihaknya sudah memberikan teguran kepada Kepala SMKN 1 Sungaipenuh karena tidak mencairkan dana BOS selama 2 tahun. Diknas juga tidak memberikan dispensasi kelonggaran untuk Spj. 

"Memang dua tahun tidak dicairkan. Itu sebbabnya siswa keberatan. BOS kan untuk operasional sekolah, mengurangi beban sekolah," katanya.

Hasil pertemuan siswa dengan Komisi I, aspirasi siswa akan ditindaklanjuti dan Selasa pekan depan Kepala SMKN 1 dan Dinas akan dipanggil Komisi I. (dik)

 


Berita Terkait