iklan

JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO PT Bungo Limbur yang menelan dana pembangunan sebesar Rp350 Miliar untuk pembuatan pabrik sawit di Parenti Lueh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Bungo, tampaknya menjadi ancaman besar bagi perusahaan lokal yang sama-sama bergerak di bidang pabrik sawit. Betapa tidak perusahaan ini nantinya di desain untuk pusat industri hilir.

Kalau sahamnya secara keseluruhan milik pengusaha Malaisya. Kami hanya berpatisipasi memberikan pengurusan izin dan administrasi, tapi kami tetap dapat komisi sebesar 10 persen dari hasil keuntungan perusahaan, Firdaus Abdulah, Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bungo.

Firdaus menjelaskan dalam bisnis hal yang lumrah dalam persaingan bisnis jika ada ancaman jika ada perusahaan yang baru. Kami berharap dengan dengan berdirinya perusahaan ini, kedepan tidak ada permainan harga buah sawit, jadi masyarakat bisa diuntungkan dalam segi harga, jelasnya.

Anwar Hamzah, Komisaris BUMD mengatakan perusahaan raksasa milik Malaysia ini nantinya juga akan bekerjasama dengan perusahan-perusahan lainnya agar PT,Bungo Limbur  bisa menjadi pusat industri hilir nantinya. Kami targetkan Agustus 2016 perusahaan ini selesai penggerjaannya, dan bisa segera beroperasi, kalau untuk hasil kami hanya mendapat 10 persen, tandasnya. (hnd)  


Berita Terkait



add images