JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN-Fenomena menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan menjadi PNS untuk kredit di Bank memang telah menjadi tradisi bagi kebanyakan PNS. Tak terkecuali di lingkup Pemkab Sarolangun.
Imbasnya, membuat banyak PNS bergaji minim, bahkan sampai tak terima gaji karena hutang Bank.
Hal ini diakui oleh Kabag Umum Setda Sarolangun, Waldi Bakri.
Ya, banyak pegawai kita yang gajinya minim. Puluhan mungkin lebih, kata Waldi saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (5/1).
Banyak penyebab pegawai yang gajinya minim, lanjut Waldi, pertama mereka harus membayar ansuran pinjaman Bank. Akibat banyaknya ansuran tersebut, membuat gaji mereka tinggal ratusan ribu saja.
Kalau sampai minus kita belum lihat. Tapi kalau minim, gaji sudah tinggal ratusan ribu itu banyak," sambungnya.
Disebutkannya, berbagai alasan PNS mengajukan pinjaman ke Bank yang hingga membuat gaji mereka sampai minim tersebut. Mulai dari untuk membangun rumah sampai membeli kebun untuk investasi.
Bagi yang berinvestasi atau buka usaha sampingan, mungkin dengan hasil itu bisa untuk menutupi kekurangan gaji mereka tersebut, jelasnya.
Namun lanjutnya, minimnya gaji para pegawai sangat mempengaruhi kinerja mereka. PNS yang gajinya minim semangat kerjanya tak akan sama dengan PNS yang menerima gaji full.
Jelas mempengaruhi kinerja mereka. Mereka akan malas karena gaji mereka sudah tak ada lagi, ungkapnya.
Untuk itu dirinya berharap bagi PNS yang telah mengadaikan SK, bisa mengatur pengeluarannya. Dan juga harus bisa menutupi kekurangan gaji mereka tersebut.
Ya kita hanya bisa memberikan pengarahan saja karena itu hak mereka. Kita harap kinerja PNS bisa tetap bisa lebih baik,tandasnya. (dez)
