JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL Dampak dari drfisit anggaran yang dialami Pemkab Tanjab Barat, dana Gema desa untuk desa/kelurahan dipangkas. Pemangkasan dana gema desa ini diambil setelah dilakukan rapat antara Bupati dan Kepala SKPD membahas soal defisit yang dialami kabupaten Tanjab Barat.
Bupati Tanjabbar, Usman Ermulan menjelaskan, dana gema desa yang awalnya dianggarakan Rp 360 juta per Desa/kelurahan, pada tahun ini dilakukan pemangkasan menjadi Rp 200 juta per Desa.dia menyebut, pemangkasan ini tak akan mempengaruhi program Gema Desa.
Nanti ada dana dari kementrian PDT yang langsung dikucurkan ke rekening desa, sebutnya.
Sebab, katanya, sebelumnya Pemkab telah mengucurkan anggaran Gema desa Rp 300 juta per Desa di tahun 2014. Mengenai persoalan defisit anggaran yang saat ini terjadi, Usman menyebut bahwa berbagai langkah diambil oleh Pemkab agar program tetap berjalan.
Meski terjadi pemangkasan di beberapa sektor, dirinya menegaskan pemberian honor guru ngaji, mesjid, pegawai syara, honor TKK dan TKD tetap tidak ada dilakukan pemangkasan. Kalau ada informasi ada pemangkasan itu tidak benar, honor mereka tetap dibayar,dan gaji juga tetap jalan, pungkasnya. (sun)
