JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL Dalam enam bulan terakhir Pelabuhan Lalulintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Kualatungkal mampu memberikan retribusi bagi daerah cukup tinggi. Dari target Rp40 juta per tahun, sampai pada triwulan kedua, tembus Rp23 juta.
Hal ini disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Sungai, N Manalu. Disebutkannya ada tiga pos utama yang menjadi sumber PAD Kabupaten Tanjabbar di Pelabuhan LLSDP Kualatungkal. Mulai dari uang masuk pelabuhan, uang gerobak dan uang tambat speed boad. Rata-rata, biayanya hanya Rp1000 sesuai dengan Peraturan Daerah yang telah dibuat.
PAD kita dipelabuhan ini sangat menghasilkan, kalau uang masuk Rp1000 per penumpang, uang tambat speed Rp1.000 Rp1.500. Uang gerobak juga Rp1.000," beber manalu, Minggu (26/7).
Pihaknya optimis, target PAD yang dibebankan ke Pelabuhan LLSDP Rp40 juta per tahun bisa tercapai. Kedepannya, sumber lainnya seperti retribusi parkir akan dikenakan biaya, agar PAD terus meningkat.
"Kalau begini, target kita bisa tembus dalam pertahunnya, cuma agak kecil saja uangnya karena perdanya memang segitu," tambahnya.
(sun)
