JAMBIUPDATE.COM, BANGKO - Desa Tanjung Berugo, merupakan salah satu desa dari sekian banyak daerah penghasil kopi di Kabupaten Merangin. Namun sayang, potensi yang dimiliki daerah yang terletak di Kecamatan Lembah Masurai, ini tidak sejalan dengan perhatian pemerintah setempat.
Hingga saat ini, jalan menuju desa setempat belum pernah diaspal. Masyarakat harus bersusah payah mengeluarkan kopi melalui jalan berdebu. Derita semakin parah ketika musim penghujan. Dimana jalan licin selalu menanti.
Sakuan, Tokoh Masyarakat setempat mengungkapkan, penderitaan itu sudah terjadi selama hidupnya, bahkan sebelumnya. Belum pernah diaspal, tentu kami sangat mengeluhkan kondisi ini, ujar Sakuan, kepada jambiupdate.com, Rabu (8/7).
Disisi lain, kata Dia, penduduk di desa itu mampu mengeluarkan puluhan ton kopi berkualitas per bulannya. Tentu jika diperhatikan, ini akan menambah Penghasial Asli Daerah.
"Kalau pas lagi panen raya, warga disini mampu menghasilkan beratus-ratus Kg kopi perbulannya. Kalau hari-hari biasa, petani menghasilkan 150 hingga 200 Kg kopi per petani setiap bulannya. Bila ini dikalikan dengan ratusan Petani Kopi yang ada di desa kami secara keseluruhannya, petani kami mampu menghasilkan berton-ton setiap bulanya," sebutnya.
Sementara itu ditambahkan Najamuddin, salah satu pengepul kopi petani, menyebutkan, yang menjadi kendala saat ini adalah akses jalan untuk mengeluarkan kopi tersebut dari Desa menuju ke penampungan. Lantaran kondisi Jalan yang sangat tidak memadai.
"Akses jalan untuk mengeluarkan kopi-kopi tersebut sangat tidak layak. Untuk harga kopi sendiri saat ini berkisar Rp18 ribu hingga Rp19 perkilonya," terangnya.
(cr6)
