iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARA BUNGO   Retribusi pasar tumpah yang dipungut sebesar Rp 300 ribu per lapak dikeluhkan oleh para pedagang yang berjualan di pasar tumpah di kawasan Pasar Muara  Bungo.

Dari informasi yang didapat jambiupdate.com di lapangan, sebagian dari  para pedagang mendapat pungutan liar (Pungli)  terselubung oleh pengelolah pasar, lewat retribusi jasa pasar tumpah yang saat sampai  ini, sudah tercatat sebanyak 235 pedagang yang dipastikan  ambil bagian.

Kalau dibilang keberatan tentu keberatan, tapi mau apa lagi mas, namanya kita cari makan. Yang jelas apa yang diminta  para pengelolah pasar tumpah kita bayar, dengan harapan kita bisa berdagang di pasar tumpah ini , Ungkap salah satu pedagang pasar tumpah berinisial SA saat dikonfirmasi.

Tak hanya SA yang mengaku keberatan atas retribusi pasar tumpah ini ,  TR (34), yang juga namanya enggan di tulis mengaku,  jika apa yang dilakukan pihak pengelolah pasar tumpah ini, dengan  retribusi Rp 300/lapak dinilainya cukup memberatkan para pedagang pasar tumpah.

Berapa nian, yang mereka setor ke pemerintah untuk  Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saya yakin, dibalik retribusi senilai Rp 300 Ribu/lapak ini, ada  dugaan Pungli terselubung didalamnya. Yang jelas apa yang dilakukan pengelolah pasar tumpah, dengan leading sektor Camat Pasar Bungo ini, sangat tidak berpihak  terhadap pedagang. Dan hal lainnya,  apa yang dilakukan pihak pengelolah pasar ini, tak salah jika wajib diaudit pihak terkait , baik pemerintah terkait, maupun aparat hukum, jelanya.

Terpisah, Hamdani salah seoarang pengelolah pasar tumpah setempat mengaku, jika retribusi Rp 300 ribu/lapak  yang diambil pihaknya   dari pedagang   tersebut, bukan hanya sebatas jasa lapak saja, namun juga untuk kepentingan bayar lampu listrik,  uang sampah, dan lain sebagainya.

Saya pikir itu harga udah sangat wajar. Uang Rp 300 ribu/lapak  tersebut, bukan hanya sebatas kebutuhan lapak, namun listrik, dan uang kebersihan  juga ada disana. Dan sampai saat ini, tercatat 235 pedagang ambil bagian dalam aktivitas pasar tumpah, yang baru akan dilaksanakan pekan depan, tuturnya.

Sementara itu, Camat Pasar Muara Bungo Muhammad Hasby  sebagai leading sektor kegiatan, menyangkal jika ada dugaan Pungli terselebung dalam aktivitas pasar tumpah tersebut. Kita juga bayar  Pendapatan Asli Daerah (PAD), sesuai dengan  PERDA.  Dimana  Rp 200/meter lapak pedagang. Dan uang itu, juga untuk membayar jasa listrik, kemananan, sampah, dan lain sebagainya. Jadi salah jika dikatakan ada Pungli terselebung dalam aktvitas pasar tumpah ini, sangkalnya. 

(hnd)    


Berita Terkait



add images