JAMBIUPDATE.COM, SENGETI - Pengunjung Candi Muarojambi sampai dengan pertengahan tahun 2015 dirasa mengalami penurunan, walau tidak terlalu signifikan namun penurunan ini dirasakan dampaknya oleh pera pedagang di sekitar Candi warisan Dunia tersebut.
Penurunan pengunjung ini salah satunya ialah karena hadirnya ikon baru di Provinsi Jambi yaitu Jembatan Titian Arasy dan Menara Gentala Arasy yang berada di Kota Jambi, ikon baru ini menyedot masyarakat untuk datang dan mengurangi pengunjung Candi Muarojambi.
Hal ini diungkapkan oleh Kadis Parporabud Kabupaten Muarojambi, Drs. Nursubiyantoro yang mengatakan penurunan ini terjadi sejak gentala arasy dibuka untuk umum. "Kehadiran Gentala Arasy membuat pengunjung di Candi sedikit berkurang dari biasanya,"ungkap Nursubiantoro
Namun lanjutnya, Candi Muaro Jambi, masih menjadi primadona di Provinsi jambi. Apalagi, bagi wisatawan dari luar provinsi atau daerah. Buktinya pengunjung yang datang ke Candi masih cukup ramai. Dikatakan, pengunjung yang memilih ke Gentala Arasy adalah pengunjung yang ada di Kota Jambi.
Menurutnya, sebelum ada Gentala Arasy, disore hari pengunjung ke candi dari kota jambi cukup banyak. Apalagi pada saat hari libur."selain baru, Gentala kan masih baru. Sehingga, pengunjung yang biasanya ke candi lebih memilih ke Gentala. Tapi kalau untuk pengunjung dari luar daerah candi masih pilihan,"katanya.
Setiap tahun tambahnya, pengunjung Candi muaro Jambi selalu meningkat. Hal itu dapat dilihat dari grafis pengunjung setiap tahunnya. Begitu juga dengan Wisata Mancanegara (Wisman) juga mengalami peningkatan. Tahun lalu, Wisman yang datang ke Candi Muaro Jambi mencapai 160 Wisman.
Seiring dengan terus meningkatnya pengunjung ke candi. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Candi Muaro Jambi, juga ditingkatkan. Tahun ini, Candi Muaro Jambi diragetkan PAD sebesar 225 juta atau lebih tinggi 50 dari tahun sebelumnya yang ditargetkan 175. Akan tetapi, meski tahun lalu ditargetkan 175, tapi PAD yang didapatkan tahun lalu overtarget menembus 204 juuta.
(era)
