iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Hasil pertanian beras di Suban, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), banyak dijual ke Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya di Riau.

Hal ini dilakukan dikarenakan ketidakmampuan petani untuk melakukan pengemasan. Para petani di Suban mengeluhkan kondisi tersebut, mereka meminta pemerintah untuk bisa memberikan bantuan pengemasan maupun pemasaran hasil pertanian mereka.

Kondisi itu diakui Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA). Memang banyak lari ke Pekanbaru, ini harus jadi bahan pemikiran kita, dan juga pak Bupati (Tanjabbar, red). kata HBA, Rabu (21/1).

Mestinya, kata dia, beras tersebut sudah harus dikemas sebelum dipasarkan agar beras ini memang punya bukti nyata kalau keluarnya dari Provinsi Jambi, bukan daerah lain.

Suban merupakan satu diantara wilayah lumbung beras di Provinsi Jambi, tak kurang lahan seluas 1.112 hektar lahan yang digarap petani, dengan produksi gabah per ha mencapai 5, 5 sampai 6 ton atau sekitar 2, 5 sampai 3 ton beras maksimal per hektar.

Dalam satu tahun menghasilkan sebanyak hampir 3000 ton beras. Sayangnya, hasil pertanian di sana banyak dijual keluar daerah karena masih minimnya pembinaan dari Dinas Pertanian khususnya untuk pengemasan dan distribusi.

(fth)

 


Berita Terkait



add images