JAMBIUPDATE.COM, JAMBI Erdi Johan (40), penderita Infeksi Arteriovenous Fistula sudah satu bulan menginap di RSUD Raden Mattaher Jambi. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya tenaga medis specialist yang bisa menangani bedah Vaskuler dan Endovaskuler di RSUD.
Sudah hampir sebulan pak, dari keterangan pihak rumah sakit, tenaga medis specialis yang bisa menangani penyakit saya ini tidak ada. Kami disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Cipto dan rumah sakit di Padang, aku Erdi, kepada jambiupdate.com, Rabu (14/1).
Namun, keterbatasan dana yang membuat Erdi belum dirujuk. Saran rujukan yang dianjurkan oleh pihak rumah sakit juga belum bisa dipenuhi keluarga Erdi.
Butuh dana besar pak, biaya ambulance dan biaya pendampingan, sementara kita untuk makan sehari-hari saja susah, ujar Erdi warga RT 30 Kelurahan Legok Kecamatan Telainaipura.
Sementara itu, pihak RSUD Raden Mattaher Jambi melalui Dokter penanggung jawab ruangan bedah, dr Gema, membenarkan bahwa RSUD belum memiliki dokter specialis yang mampu menangani bedah pembuluh darah tersebut.
Kita belum punya SDM yang bisa menangani bedah Vaskuler, itu menyangkut pembuluh darah, adanya di rumah sakit Dr Cipto Mangunkusumo dan RSUP Dr M Djamil Padang di Sumatera Barat. Kita sudah kita sarankan untuk ke Padang saja, dengan pertimbangan ekonomis, ucapnya.
(fth)
