iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Potensi konflik di Provinsi Jambi masih cukup tinggi, terutama di beberapa perusahaan. Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Penanganan Konflik Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Sigit Ekoyuono Rabu  (10/12).

Pada tahun 2014 ini, potensi konflik maupun konflik  ada di PT Asiatic, Reki, Wanakasita, Lestari Alam Jaya (LAJ) dan lainya termasuk  juga konflik PETI, ungkapnya.

Peta potensi konflik maupun peta konfliknya sendiri nanti akan disusun di akhir tahun dalam bentuk peta. Peta potensi, yang masih berupa potensi dan peta konflik yang sudah terjadi konflik, lanjutnya.

Namun, di tahun 2015 nanti sudah ada kewenangan dari pusat, yang memiliki izin  dari pusat akan langsung ditangani oleh pusat.

2015 kewenangan penanganan konflik yang izinnnya terbit dari pusat, penanganannya akan diambil alih langsung oleh pusat seperti Asiatic,kata Sigit.

Untuk 2015 nanti Kesbangpol Provinsi Jambi diprioritaskan oleh Pusat untuk menangani PT LAJ yang berada di Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo.

Yang jadi prioritas dari pusat 2015 nanti hanya satu, yakni PT LAJ Tebo, itu yang menjadi PR bagi provinsi maupun bagi Kabupaten Tebo untuk diselesaikan atau paling tidak mencari format penyelesaiannya seperti apa, tapi tidak menutup kemungkingan yang lain tetap kita  tangani, kata Sigit.

Di Provinsi Jambi ini juga tidak hanya konflik di lingkungan perusahaan saja yang menjadi masalah, namun potensi konflik SARA juga harus cermati.

Konflik SARA juga ada potensi, namun belum menjadi Konflik terbuka, tetap kita waspadai, dengan melakukan pendekatan-penekatan kelompok masyarakat itu, seperti misalnya kelompok Jamaah Ahmadiyah termasuk potensi, tapi Alhamdulillah sampai hari ini belum ada konflik, artinya masih bisa berdampingan secara damai, namun tetap dicermati, ucap Sigit.

(mg1)

 


Berita Terkait



add images