iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengisyaratkan untuk mengganti teknologi pembuatan e-KTP yang digunakan selama ini. Pasalnya, alat yang dibeli dari luar negeri tersebut, disinyalir datanya bisa diintip.  

Tentu hal ini tidak bisa terus menerus dibiarkan, karena data penduduk adalah rahasia negara yang harus dijaga.

Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, saat menghadiri acara Rapat Fasilitasi Pemerintah Daerah Provinsi Jambi 2014 di balai Adat, Kamis (27/11), bahwa hal itu diketahui setelah dirinya menemukan, e- KTP palsu yang dicetak di Perancis dan China. Namun hologramnya asli dari Indonesia. 

Itu dipastikan palsu setelah sebelumnya ditelaah oleh BIN. Data kependudukan ini harus aman, ujar Mendagri, Tjahjo Kumolo.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan mencari solusi untuk alih teknologi agar hal yang sama tidak terjadi kembali. Menurutnya, data kependudukan di Indonesia harus dijaga karena merypakan rahasia negara.

Dulu alatnya dibeli dari luar negeri. Kami tidak ingin beli alat tapi bisa diremot dari luar, ungkapnya.

(cr1)

 


Berita Terkait