JAMBIUPDATE.COM, JAMBI Sekitar 19.952 orang nelayan di Tanjab Barat dan Tanjab Timur menggantunkan hidup di laut.
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelauan Provinsi Jambi, sebanyak 2.265 unit kapal dengan kapasitas 5 Gros Ton (GT) kebawah. Kemudian, 256 unit kapal dengan kapasitas 5 sampai 10 Gt, 80 unit kapal dengan kapasitas 10 sampai 20 Gt.
Sedangkan kapal dengan kapasitas 20 sampai 30 GT sebanyak 30 unit, dan 30 sampai 50 Gt sebanyak 14 unit. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan luas pantai di Tanjungjabung Timur dan Tanjungjabung Barat seluas 210 Kilometer. Apabila dikalkulasikan, jumlah keseluruhan kapal tangkapan ikan sebanyak 2645 unit.
Jumlah tersebut sudah tidak layak lagi, dalam 10 meter 1 kapal, sudah seperti sampah, ikan yang mau ditangkap itu dimana lagi, sedangkan pengembalian tidak ada lagi, karena kapal tangkapan ikan itu berada di jalur satu, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Saifudin, Senin (24/11).
Sedangkan alat tangkap mencapai 3.638 unit. Untuk produksi ikan di dua Kabupaten mencapai 47.712,4 ton, 24.964 ton di Kabupaten Tanjungjabung Timur dan 22.748 ton sebanyak 22.748 ton.
Untuk produksi ikan tahun 2014 baru akan divalidasi di Desember nanti, tambah Saifudin. Berkaitan hal tersebut, dikatakan Saifudin, Menteri Kelautan dan Perikanan (Susi Pudjiastuti) langsung merespon jumlah armada yang mencapai dibawah 5 GT sebanyak 2.265 unit dengan panjang pantai sudah tidak memungkinkan lagi.
Diakui oleh Saifuddin, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti akan berkunjung ke Provinsi Jambi pada 3 Desember mendatang, yaitu ke Kabupaten Bungo untuk panen Lubuk Larangan. Sebelum ke Bungo, kita akan ajak beliau melihat nelayan kita di Sabak, akunya.
(fth)
