Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kesadaran masyarakat menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang di Kota Jambi masih rendah. Hal ini karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai alat kontrasepsi jangka panjang.Â
Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana, Kota Jambi, Rasyid Ridho, mengatakan, penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang, seperti, spiral (IUD) dan implan atau susuk sangat rendah. Persentase pengguna alat kontrasepsi jangka panjang hanya sekitar 40 persen. Sisanya, 60 persen menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek berupa pil, suntik dan kondom.
“Padahal, alat kontrasepsi jangka pendek kurang efektif karena akseptor (pengguna) sering lupa. Jika suntik atau minum pil tidak dijalani secara rutin, angka drop out KB akan meningkat," ujarnya saat di temui usai kegiatan temu Kader IMP dan Dialog di Kecamatan Alam Barajo, Jumat, (19/5).
Jika tidak segera ditangani, yang terancam bukan hanya ketahanan pangan, tapi juga ekonomi sehingga memperbanyak jumlah penduduk miskin. “Kontrasepsi yang bersifat jangka panjang adalah kebutuhan utama untuk menekan laju pertambahan penduduk,†pungkasnya. (hfz)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com