Jumat, 16 November 2018
Berita Jambi Paling Update


Survey Tinggi, SY Fasha Masih Tangguh

Selasa, 20 Juni 2017 - 14:04:58 WIB | Dibaca: 1860 pembaca
Walikota Jambi, Sy Fasha.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Petahana Sy Fasha memang belum memutuskan sikap untuk kembali maju di Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi 2018 mendatang. Dibeberapa kesempatan, Fasha mengaku masih fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Walikota Jambi periode 2013-2018.

Meski demikian, Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Jambi ini memiliki kans besar untuk meneruskan periodesasi kepemimpinannya. Dari sejumlah nama yang muncul, Fasha masih terlalu tangguh bagi para pesaingnnya.

Pengamat politik Jafar Ahamd mengatakan, dari survei yang dilakukan Idea Institute pada Maret 2017 lalu hasilnya cukup mengejutkan. Dari 11 calon yang hanya ada beberapa nama yang memiliki tingkat popularitas di atas 50%.

Mereka adalah imcumbent Sy Fasha (90%), Sum Indra (70%), Abdullah Sani (69%), dan zumi laza (61%). Sedangkan sejumlah nama lain masih rendah dan berada di bawah angka 50 %.

“Ada dua nama yang mendekati 50%, yakni Effendi Hatta dengan 46% dan dr Maulana pada angka 44%, “ujarnya.

Kemudian, untuk elektabilitas atau tingkat keterpilihan poisi Fasha juga masih dominan. Ia berada pada peringkat pertama dengan 52 %. Sedangkan posisi kedua ada Zumi Laza dengan 12,9 % Abdullah Sani 12,2 %, Sum Indra 2 %, Edi Purwanto 1,8 %, Efendi Hatta 1,6 %, dr Mualana dan Cornelis Buston 1,4 %.

“Tapi jumlah yang belum menentukan pilihan dari data yang kita miliki ada 13,3 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei ini menunjukkan bahwa 80 % warga Kota Jambi sudah memiliki pilihan. Menurutnya, ini terlihat dari jawaban spontan yang diutarakan responden.

“Elektabilitas nama yang diajukan dalam survei cenderung stabil. Ada tiga nama yang terlihat cukup menonjol dari nama lain, yakni Sy.Fasha 52%, Laza 13% dan Abdullah Sani 12%,” jelasnya.

Itu artinya, Sy Fasha sangat berpotensi memiliki kemungkinan menguasai suara pemilih Kota Jambi, termasuk pemilih dari lintas Etnik. Berdasarkan temuan survei, faktor etnisitas bukan sebagai salah satu pertimbangan penting masyarakat Kota Jambi menentukan pilihan.

Sementara itu, pengamat politik Hadi Suprapto Rusli (HSR) mengatakan IndeksKepuasaan Masyarakat (IKM) akan menjadi penentu calon petahana. Menurutnya, bila kepuasan tinggi, maka peluang petahana untuk memimpin memiliki kans yang besar.

“Kepuasan itu setidaknya harus berada di angka 70 persen, maka peluangnya besar,” ucapnya.

Peneliti Indo Barometer ini menjelaskan, bila kepuasaan itu berada pada anggka 50 persen atau dibawah itu maka peluangnya juga mengecil. “Kalau tidak bawah 50 pesren akan sangat berat. Petahana harus bekerja keras,” jelasnya.


Untuk mengetahui itu, kata Hadi, harus dilakukan penelitian agar bisa diketahui seberapa besar kepuasaan masyarakat. Karena terkadang penantang biasanya juga bisa menjadi ancaman bila kepuasan rendah.


“Kalau rendah tentu itu menguntungkan penantang. Mereka memiliki peluang besar untuk mengejar incumbent,” pungkasnya. (aiz)


Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /