Cegah Karhutla di Tanjabbar, Waka DPRD Faizal Riza Imbau Perusahaan Migas Berperan Aktif dan Rangkul Masyarakat

Cegah Karhutla di Tanjabbar, Waka DPRD Faizal Riza Imbau Perusahaan Migas Berperan Aktif dan Rangkul Masyarakat

Posted on 2026-08-14 16:26:09 dibaca 69 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah cuaca ekstrem menjadi perhatian serius jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza, secara khusus menyoroti tingginya titik panas (hotspot) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), terutama di area yang berdekatan dengan aktivitas perusahaan minyak dan gas (migas).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabbar, tercatat total 389 hotspot yang terpantau di sejumlah kecamatan selama periode Januari hingga Juli 2026. Titik api terbanyak berada di Kecamatan Betara dengan 214 hotspot, disusul Kecamatan Bram Itam yang mencatatkan 89 hotspot.

BACA JUGA: Usai Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Hafiz Fattah Dorong Jambi Perkuat Pendidikan - Hilirisasi SDA

Terpantaunya hotspot yang tinggi di Kecamatan Betara dan Bram Itam tersebut diketahui disebabkan oleh adanya aktivitas pengeboran minyak di kawasan itu.

Menanggapi fakta tersebut, Faizal Riza menegaskan bahwa seluruh korporasi, khususnya perusahaan migas, wajib berperan aktif dan tidak boleh lepas tangan dalam menjaga wilayah operasionalnya.

BACA JUGA: Gubernur Al Haris Apresiasi Capaian Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI

"Seluruh perusahaan harus aktif ya, bukan cuma perusahaan, tapi seluruh komponen daerah harus bekerja sama, baik dari pihak BPBD maupun juga pemerintah kabupaten melalui dinas terkait agar segera menjaga wilayahnya masing-masing," ujar Faizal Riza kepada Jambi Ekspres (14/8/2026).

Legislator daerah pemilihan (dapil) Tanjabbar dan Tanjabtim ini mengingatkan bahwa langkah pencegahan adalah kunci utama, mengingat dampak kebakaran di wilayah Jambi sangatlah luar biasa. Apalagi, wilayah seperti Tanjabbar dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) didominasi oleh lahan gambut dan rawa. Jika terbakar, proses penanganannya akan sangat sulit dilakukan.

BACA JUGA: Karhutla Kembali Membara di Sungai Gelam, Tiga Helikopter Dikerahkan

"Karena kondisinya sekarang kan ini El Nino ekstrem ya. Kondisi ekstrem yang sangat berbahaya buat masyarakat Provinsi Jambi, khususnya Tanjab Barat, Tanjab Timur karena wilayah rawa ini sangat sulit penanganannya," jelas politisi Gerindra ini.

Untuk mencegah Karhutla, Faizal mendesak perlunya kolaborasi yang kuat antara perusahaan migas dengan pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat daerah.

Selain itu, ia juga meminta agar perangkat pemerintahan hingga tingkat akar rumput, seperti aparat desa, RT, dan Kepala Dusun, diaktifkan untuk terus mengedukasi dan mengontrol masyarakat. "Edukasi ini termasuk peringatan tentang hal-hal kecil yang kerap memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, " harapnya.

Ketua DPRD Tanjabbar periode 2014-2019 ini menegaskan dukungannya terhadap penegakan hukum. Jika ada perusahaan yang terbukti membandel dan terlibat dalam pembakaran lahan, ia meminta agar sanksi tegas segera dijatuhkan.

"Kalau perusahaan yang terlibat, tentu dilakukan penindakan tegas, alasan-alasannya kenapa melakukan pembakaran. Jangankan perusahaan, masyarakat saja tidak boleh kan untuk membakar lahan. Jadi penerapan sanksi juga harus diupayakan semaksimal mungkin apabila terbukti melakukan pelanggaran," pungkasnya. (aan)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com