Karhutla Dekat Permukiman Warga di Muaro Jambi, Helikopter Water Bombing Dikerahkan, 392 Hotspot Terpantau
JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Kali ini, api melalap sekitar lima hektare lahan semak belukar di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Minggu (26/7).
Kebakaran yang terjadi tidak jauh dari kawasan permukiman warga itu memunculkan kepulan asap tebal yang terlihat dari berbagai titik. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas.
Sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi diterjunkan ke lokasi. Selain melalui jalur darat, upaya pemadaman juga dibantu helikopter water bombing yang melakukan penyiraman dari udara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui warga sekitar pukul 10.00 WIB. Api diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
BACA JUGA: Kasus Bayi di Batang Hari Sudah Dikembalikan ke UPTD, Polisi Masih Lakukan Pendalaman
"Dari pagi tadi sekitar jam 10.00 WIB. Katanya ada yang bakar sampah, tapi belum pasti penyebabnya," ujar Tri, warga setempat.
Kepala BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Parahuman Lubis, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jambi begitu menerima laporan kejadian.
"Tim kami sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman," katanya saat dikonfirmasi.
Parahuman menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait luas lahan yang terbakar serta penyebab pasti kebakaran.
"Untuk data pasti nanti akan kami sampaikan beserta penyebabnya," ujarnya.
Sementara itu, Kabupaten Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Provinsi Jambi.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sebanyak 392 titik panas (hotspot) terdeteksi di Muaro Jambi. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak kedua di Provinsi Jambi setelah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jambi, Ibnu Sulistyono, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
"Bulan Agustus hingga September merupakan puncak musim kemarau di Provinsi Jambi. Hampir seluruh wilayah akan mengalami kondisi yang sama, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Ia menegaskan, tingginya jumlah titik panas di Muaro Jambi menjadi sinyal bahwa langkah pencegahan harus diperkuat. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Dari total 1.790 titik panas yang terpantau di Provinsi Jambi, sebanyak 392 berada di Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah ini menempatkan Muaro Jambi di posisi kedua setelah Kabupaten Tanjung Jabung Barat," pungkasnya. (wan)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com