Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Harga sembako di pasar tradisional dalam Kota Jambi saat ini mengalami penurunan. Namun, harga ini sulit di kontrol akan terus stabil menjelang hari raya Idul Fitri.
Setiap hari, harga sembako mengalami perubahan, kadang naik tinggi, dan kadang merosot. Hal tersebut tergantung dari permainan agen besar. Pedagang kecil tidak bisa berbuat banyak, karena mereka berjualan menyesuaikan harga agen besar.
Hal ini diungkpakan Fajri, salah seorang pedagang ayam di pasar angso duo Kota Jambi. Ia menyebutkan permainan diantara agen-agen besar yang menentukan harga kebutuhan sehari-hari di pasar, terutama menjelang lebaran. Hal tersebut berlaku hampir pada semua kebutuhan pokok, diantaranya cabai, bawang putih, bawang merah, daging ayam dan daging sapi.
Kata Fajri, harga daging ayam kerap di atur oleh agen-agen besar yang ada di Jambi, bahkan sebut Fajri ada beberapa pihak yang kerap menyimpan stok, sehingga saat daging ayam sulit didapat, harganya menjadi naik.
“Sekarang harga daging ayam Rp25-27 ribu per kilo gram,†kata Fajri.
Fajri mengaku, di Jambi ada 3 agen ayam, kata dia, jika Pemerintah hendak mengendalikan dan mengawas harga di pasar, cukup dengan melakukan pengawasan pada agen besar itu.
“Kalau kami ni apolah, cuma jual be. Kasihan samo konsumen. Tahun kemarin harga daging ayam bisa sampai Rp 60 sampai Rp 70 ribu per kilo gram," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Momon, ia mengatakan pihaknya hanya mengikuti harga yang ditentukan oleh agen. Jika harga dari agen naik sebut dia, maka merekapun terpaksa harus menjual dengan harga yang tinggi pula.
"Kami cuma ngikut bae, kalau dari sanonyo naik, ya terpaksa harga naik juga. Kita minta pemerintah tegas dalam hal ini, agar mereka tidak mempermainkan harga," kata Momon dihadapan Tim Pengendali Inflasi Daerah yang melakukan Sidak di Pasar Angso Duo Jumat (2/6). (hfz)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com